Finansial

Memahami Kebutuhan Pendidikan Finansial (Atau Tumbuh Tua dan Miskin dalam Tiket Lottery)

Di dunia teknologi maju saat ini, tidak ada kekurangan informasi tentang topik atau topik yang ingin Anda jelajahi. Majalah hard copy bisa dibeli di supermarket atau kantor berita apapun mengenai ‘bagaimana menanam tomat’ menjadi ‘bagaimana membangun pesawat aero’. Internet sekarang merupakan teknologi yang paling banyak digunakan untuk sumber informasi dengan lebih dari 1,6 miliar pengguna di seluruh dunia. Jika tidak di internet maka belum ditemukan.

Bagi sebagian besar dari kita kebebasan finansial dan indotogel kemakmuran adalah tantangan yang kita semua cari dalam hidup kita. Itulah alasan mengapa begitu banyak dari kita menghabiskan uang untuk berjudi dan loto di seluruh dunia dengan harapan bisa mencapai impian itu tanpa rasa sakit dan usaha yang diperlukan untuk sampai di sana di bawah uap kita sendiri – dan ya, saya juga bersalah karena berusaha berpuasa. lacak jalan menuju kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya, menurut sebuah artikel yang belum diverifikasi yang ditemukan di internet, 224,3 miliar dolar dikeluarkan untuk lotere legal di seluruh dunia pada tahun 2007. $ 166 miliar dari jumlah itu dibeli secara online. Saya pikir itu disebut sesuatu seperti redistribusi kekayaan. Faktanya hanya beberapa dari jutaan bisa berbagi kekayaan. Sisanya kita akan menjadi tua dan miskin membeli tiket lotere. Ini menekankan perlunya pendidikan finansial.

Menyimpan untuk masa pensiun dan menikmati gaya hidup yang lebih sejahtera sepanjang jalan bukanlah hal yang mustahil dicapai namun memang membutuhkan pemahaman akan kebutuhan akan pendidikan finansial. Sebagai 50 tahun yang telah menghabiskan banyak waktu di bidang jasa keuangan (saya suka menyebutnya pengalaman garam dan lada!) Saya masih menemukan banyak contoh orang yang tidak mengerti kebutuhan akan pendidikan finansial. Baru beberapa hari yang lalu saya berbicara dengan seorang tukang magang berusia 21 tahun yang percaya bahwa superannuation (tabungan pensiun) adalah beban yang dikenakan pada kapasitas penghasilannya dan termasuk dalam ‘pemerintahan’ sampai dia pensiun. Ini adalah kepercayaan umum oleh banyak orang muda saat ini dan tentunya menunjukkan kegagalan pemerintah dan generasi yang lebih tua untuk meneruskan dan mendidik masyarakat tentang kebutuhan akan pendidikan finansial.

Kebutuhan akan pendidikan finansial tidak hanya terbatas pada generasi muda saja. Itu sebabnya lebih dari 95% generasi baby boomer yang sekarang pensiun akan pensiun dengan penghasilan lebih sedikit yang diperlukan untuk mendukung gaya hidup yang nyaman. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, khususnya internet, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi terdidik secara finansial. Itu sebabnya saya menelpon blog saya ‘Wealth Happens Online’. Internet bukan hanya tempat di mana Anda bisa belajar tentang setiap aspek pendidikan finansial dari penghematan untuk pensiun, berinvestasi pada saham / dana kelolaan, investasi properti, berbagai alternatif investasi dan peluang bisnis, tetapi juga merupakan tempat di mana Anda dapat memperoleh informasi tentang kebutuhan akan pendidikan finansial.

Memahami kebutuhan (atau apa tujuan Anda) adalah langkah pertama untuk menghadapi tantangan menuju kebebasan finansial dan kemakmuran. Sejak GFC menyerang, dunia telah menjadi waspada terhadap penasihat keuangan dan pihak lain yang memberi saran mengenai investasi. Jika Anda terpaksa menggunakan jasa penasihat keuangan daripada mencari informasi Anda sendiri di internet, carilah penasihat yang memahami kebutuhan akan pendidikan finansial sebelum ‘menjual’ investasi Anda kepada Anda. Tidak peduli berapa usiamu, memahami kebutuhan akan pendidikan finansial adalah cara teraman dan paling pasti menuju kebebasan finansial dan kemakmuran. Alternatifnya adalah bertambah tua dan miskin dengan tiket lotre.

Leave a Reply

Your email address will not be published.